Saturday, October 30, 2010

Google Nexus Two Oleh Samsung

Google dan Samsung dilaporkan sedang sibuk mempersiapkan peluncuran smartphone Android, Google Nexus Two. KAlau ini benar, bisa ramai sekali dunia smartphone. Menurut rumor yang beredar, handset tersebut bakal diumumkan 8 November mendatang, dalam even yang memang sudah dijadwalkan oleh Samsung.

Kabar ini berasal dari situs yang membahas soal Android, AndroidandMe. Menurut pihak situs yang mengklaim mendapat bocoran dari sumber terpercaya, Google Nexus Two yang dibuat Samsung akan berbasis Android 2.3 atau Gingerbread.

Jika Google Nexus One dominan dijual secara online dan malah menimbulkan beberapa masalah, konon kali ini tidak demikian. Sebab, seperti dikutip dari ITProPortal, Jumat (29/10/2010), Google berencana akan menjual Nexus Two melalui toko retail. Di Inggris, retail yang ditunjuk adalah Carphone Warehouse.
Nexus Dua adalah "sangat berbeda" dari Nexus One. Berdasarka cerita di ITProPortal Nexus two tampaknya hitam dan mengkilat membangun dengan plastik glossy sedangkan yang Nexus adalah abu-abu matt. Dengan Body agak melengkung, seperti pendahulunya tetapi tampaknya meruncing ke bagian bawah, yang membuatnya merasa lebih tipis dari Galaxy Samsung populer S.
Sumber tidak mengatakan apakah telepon itu jelas-jelas berlabel Nexus Dua tetapi dari sisa deskripsi (seperti adanya touchscreen AMOLED 4-inci) membuat kita percaya bahwa Nexus Dua hanya mungkin menjadi satu refresh lurus dari Galaxy S.
Lagi pula, mengapa harus Samsung perubahan formula kemenangan. Ada menghadap depan kamera
meskipun, sesuatu bahwa Google tertarik untuk bekerja pada mengingat bahwa Apple sudah memiliki Facetime memimpin pelayanan video-conferencing mobile.


Google Nexus One yang diciptakan bersama HTC cukup sukses. Entah mengapa kali ini Google berpaling pada Samsung. Namun sekali lagi kabar ini belum terbukti kebenarannya, apalagi belum ada konfirmasi baik dari Google atau Samsung. Even Samsung pada 8 November Kita tunggu saja ..

Wednesday, October 27, 2010

Cari HP harga di BAwah 200 ribu

Lucu juga, disini sering menulis tentang berbagai macam HP/ Ponsel bahkan cara membetulkan mupun cara memilih dan lainnya, tapi sekarang kerepotan juga ketika diminta untuk mencari Hp CDMA harga dibawah 200 ribu baru.

Ternyata setelah survey dibeberapa tempat Ponsel dibawah Rp 200.000,- banyak diantaranya produk baru milik ESIA bundling seharga 140 ribu dengan bonus pulsa 25 ribu. Sayangnya tidak bisa memakai kartu lain karena nomornya sudah langsung injek (jadi nggak pake SIM CARD).

Ada lagi milih SmartFren dengan harga 195 ribu, bisa radio dan memakai SIM Card... mungkin ini yang menarik dan terlihat modis. Kemudian ada bundling Flexi ZTE seharga 200 ribu, pake Sim Card juga. Jadi bingung juga menentukan pilihan, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. YA itu semua terserah kita deh... mau pilih yang mana....

Friday, October 22, 2010

Semua Lebih Mudah dengan Digenggam

KAlau melihat perkembangan teknologi sekarang ini, kelihatannya mengarah ke yang lebih simple dan mudah pemakaiannya. Semua bisa dilakukan hanya dengan menggerakkan jari-jari, hanya digenggam dan tinggal ditekan. Dan bisa menampilkan gambar 3D berkualitas HDMI 2

Mobile Phone yang menjadi trend saat ini pun mengarah ke teknologi memanjakan manusia. Sebut saja Smartphone, TAblet merupakan teknologi baru yang semakin melaju dengan pesat perkembangannya. Semua perusahaan berlomba-lomba untuk mendapatkan konsumen dari mobile phone yang pasarnya masih belum tergarap secara maksimal.

Walau sudah hampir 50% penduduk dunia ini memakai Mobile phone, smartphone, BB dan lainnya ternyata potensi 50% yang lainnnya sangat mudah didapatkan apabila bisa mempengaruhi mereka tentang manfaat dan kegunannya. Semua akan lebih mudah hanya dalam genggaman. MEwujudkan semua sangat mudah karena memang trend menunjuk kearah sana

Sunday, October 17, 2010

Telepon Seluler Bisa Bantu Mengurangi Kemiskinan

Bisakah Telepon Seluler Bisa Bantu Mengurangi Kemiskinan ? Telepon seluler alias ponsel yang menyebar lebih pesat ketimbang teknologi informasi lainnya dapat meningkatkan kemampuan orang mencari pekerjaan. Itu fakta orang-orang miskin di sejumlah negara berkembang. Demikian sebuah laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis Kamis lalu di Jenewa.

Tapi banyak pemerintahan yang mendesain kebijakan kurang responsif untuk memastikan bahwa manfaat mencapai jumlah terluas dengan cara paling efektif. Hal itu dilaporkan di Ekonomi Informasi dalam Konferensi PBB pada Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) tersebut.

Menurut Sekretaris Jenderal UNCTAD Supachai Panitchpakdi, pada konferensi pers laporan itu, jumlah pelanggan ponsel akan mencapai lima miliar tahun ini, hampir satu per satu jiwa di muka bumi ini.

Penetrasi di negara-negara maju di atas 100 persen dengan banyak orang punya lebih dari satu ponsel atau nomor langganan. Data UNCTAD menunjukkan, di negara-negara berkembang, angka langganan nomor ponsel saat ini 58 per 100 orang, dan tumbuh dengan cepat, dengan rata-rata di Negara-negara Berkembang Termiskin (LDCs) kini sudah 25 per 100 orang, dibanding hanya 2 per 100 penduduk dalam beberapa tahun lalu.

Potensi ponsel di negara-negara berkembang telah disorot oleh upaya-upaya perusahaan Rusia, Vimpelcom, untuk memegang aset-aset telekomunikasi perusahaan Mesir, Orascom, yang termasuk di dalamnya operator Djezzy Aljazair, yang pemerintah Aljazair ingin menasionalisasinya.

UNCTAD menyebutkan bahwa manfaat ekonomi ponsel, yang penggunaannya di LDCs jauh melampaui teknologinya sebagai Internet atau telepon kabel tetap, lebih baik di atas akses informasi. Peranti bergerak telah menghasilkan sejumlah usaha mikro serta menyediakan lapangan kerja bagi orang-orang yang berpendidikan rendah dan sedikit sumber daya. Contohnya, penjualan pulsa atau voucher eceran di pinggir-pinggir jalan, layanan Jual Beli dan perbaikan ponsel.

Friday, October 15, 2010

Tren Promosi Lewat Ponsel

KArena semakin meningkatnya pemakaian Perangkat Mobile baik Handphone, Smartphone, bahkan Tablet mengakibatkan perubahan cara beriklan. Mobile advertising dan marketing yang menggunakan media seluler semakin menampakkan fungsi sesungguhnya. Perpaduan antara kreativitas berpromosi (iklan produk maupun layanan) dengan kecepatan penyampaian pun kesesuaian target menjadi keunggulan media ini. Memang tak akan menggantikan peran seorang tenaga pemasaran, namun harus diakui untuk bisnis retail fasilitas ini sangat membantu.

Operator O2 Inggris merilis layanan baru bernama Location-based Mobile Marketing (LBMM) menggunakan fitur SMS dan MMS. Starbucks dan L'Oreal menjadi klien pertama yang sudah beberapa bulan menikmati fasilitas tersebut. Selama enam bulan masa trial, pelanggan O2 yang menyukai produk gerai kopi dan personal care itu bisa memperoleh informasi lebih cepat. Tentu saja konsumen mereka adalah pilihan berdasarkan gender, umur, tingkat ketertarikan, dan lokasi di mana mereka berada.

O2 sendiri menggunakan teknologi bernama 'geo-fencing'. Dengan teknologi ini operator dapat mendeteksi di mana konsumen seperti yang diharapkan oleh kliennya berada. Harapannya bisa orang-orang yang tinggal di kawasan tertentu yang menjadi target pemasaran, atau bisa juga membidik konsumen yang kebetulan berada tak jauh dari gerai di mana klien tengah menawarkan produknya.

Managing Director O2 Media, Shaun Gregory mengatakan, "Perkembangan location-based service akan menjadi era emas di mana model pemasaran akan lebih tepat sasaran. Hal ini juga akan memberikan kesempatan para konsumen untuk memperoleh hal-hal yang relevan dengan kebutuhannya. Potensinya sangat besar - semantara di Amerika telah mengalami keberhasilan."

Sebelumnya, O2 telah melakukan pendekatan kepada Adidas,Cadbury, Blockbuster, Interflora dengan layanan khas dan khusus seperti kemauan perusahaan tersebut. Mereka juga membidik konsumen yang sesuai dengan personifikasi yang diinginkannya (unique customer). Kisah sukses lainnya bisa diperoleh dari cerita NetWest yang melakukan kampanye pada konsumen iPhone untuk mempromosikan layanannya pada Apps Store. Hasilnya, sebanyak 26 persen dari para konsumen target tersebut memberikan respon baik.

Pengalaman O2 bisa jadi pelajaran berharga bagi operator lokal dan industri secara keseluruhan. Bahwa investasi untuk iklan dan promosi yang begitu mahal kerap kali justru tidak efektif dan efisien. Kadang juga tak sesuai target. Model informasi produk seperti ini tentulah bisa jadi pilihan. Selain tentu saja untuk melebarkan sayap operator menjadi MASP (mobile advertising service provider)

Sunday, October 10, 2010

Firefox 4 Mobile untuk Android dan Maemo

Firefox 4 Mobile versi beta sudah tersedia untuk Android dan Maemo Mozilla memperlihatkan keseriusannya menggarap pasar mobile browser dengan merilis versi beta Firefox 4 mobile untuk platform Android dan (Nokia) Maemo. Browser tersebut diklaim lebih kencang daripada browser bawaan Android 2.1 dan bersaing dengan WebKit SunSpider di Android 2.2.

"Versi awal Firefox yang dibuat untuk Android sangat lambat dibandingkan browser bawaan. Kinerja merupakan hal penting dalam mobile browser dan usaha kami untuk memperbaikinya terbayar sudah. Versi beta terbaru lebih kencang dan kami punya rencana membuatnya lebih cepat lagi," tulis Matt Brubeck dalam blog Mozilla, Kamis (8/10/2010).

Mobile browser dengan nama kode Fennec 2.0 itu menggunakan dasar layout yang sama dengan desktop browser Firefox 4 beta. Namun, Firefox 4 beta menggunakan Javascript terbaru dan ekstensi terbaru yang disebut JagerMonkey. Versi beta ini juga sudah dilengkapi Firefox Sync untuk sinkronisasi bookmark, tab, history, password, dan isian data pada browser Firefox di berbagai platform.

Menurut Brubeck, kehadiran Firefox 4 beta merupakan jawaban terhadap teknologi Webkit yang diusung Apple dan Google. Menurutnya, Webkit yang membuat situs web dapat optimal di platform mobile sangat baik, tetapi memaksa web-web baru dibangun hanya dengan Webkit. Hal ini dinilai berbahaya seperti sepuluh tahun lalu saat Internet Explorer menguasai sebagian besar pasar dan kebanyakan situs menggunakan mark-up spesifik hanya untuk IE.

"Kami pikir orang harus bisa memilih browser terbaik untuk ponselnya seperti di komputernya. Semakin banyak pilihan mendorong semua browser terus berinovasi dan belajar satu sama lain sehingga semuanya terus meningkatkan kecepatannya," ujarnya.

Firefox Mobile versi pertama tersedia untuk Nokia Maemo di Nokia N900 sejak Januari. Versi alfa untuk Android menyusul sejak April. Kini, Firefox 4 beta dapat diunduh untuk perangkat Nokia N900 dan Android di atas versi 2.0 di www.mozilla.com/en-us/mobile/download

Tuesday, October 5, 2010

Windows Phone 7

Microsoft berencana merilis WP7 secara resmi pada 11 Oktober mendatang. Selanjutnya, handset yang menggunakan sistem operasi ini akan mulai masuk pasar pada bulan November 2010. Beberapa produsen seperti Samsung, LG, dan HTC Corp telah siap memproduksi ponsel berbasis WP7 tersebut.

Banyak analis berpendapat, peluncuran WP7 menjadi peluang terakhir Microsoft untuk mengejar Apple dan Google yang telah mengusaha pasar sistem operasi ponsel pintar (smartphone) dalam beberapa tahun terakhir.

Microsoft tertinggal jauh

Menurut data riset comScore, saat ini, Microsoft menguasai pangsa pasar kurang dari 12 persen di segmen sistem operasi smartphone. Ini artinya, mereka berada di urutan keempat setelah BlackBerry buatan Research in Motion (RIM), Apple, dan Google.

Tergusurnya Microsoft di pasar ponsel dan keterlambatan mereka mengantisipasi kemunculan produk baru seperti iPad telah membuat harga saham Microsoft terjun bebas. Tahun ini saja, saham Microsoft telah anjlok 20 persen.

Jadi, apakah produk baru ini akan berhasil? Tentu saja, konsumen di seluruh dunia yang akan menentukan. Yang jelas, "Produk ini harus istimewa, tidak cukup jika hanya memiliki fasilitas yang sama dengan produk yang sudah ada di pasar saat ini," ujar Bryan Keane, analis Alpine Mutual Funds.

Jika kita cermati prototipe WP7 yang sempat ditunjukkan karyawan Microsoft, tampaknya, sistem operasi baru ini memang jauh lebih canggih dari generasi sebelumnya. Selain fitur touchscreen, software baru ini juga terintegrasi dengan software pemutar musik Zune bikinan Microsoft.

Tapi, selain fitur produk, agar sukses, Microsoft juga harus memperoleh dukungan penuh dari para produsen ponsel. Masalahnya, baik Samsung, LG, maupun HTC telah menawarkan produk berbasis Android.
"Kita akan melihat seberapa besar dukungan vendor ponsel kepada Microsoft sebab inilah yang membuat Android sukses. Tapi, jika sudah ada iPhone dan ponsel berbasis Android, apakah kita masih butuh ponsel lain?" ujar Keane.