Sunday, December 11, 2011

Virus Ponsel / HP Baru

Ada Virus baru yang menyerang Smartphone ? Benar... walau belum seganas virus pada komputer tapi tetap saja berbahaya. Aries Lukman Tasmin, misalnya, moderator milis iPhonesia ini mengaku baru tahu ihwal peranti lunak yang tertanam di perangkat mobile tersebut saat Tempo menanyakannya. “Bingung,” jawabnya, sembari tertawa kecil.

Setali tiga uang. Pendiri Komunitas Android Indonesia atau ID Android, Agus Hamonangan, mengatakan baru mendengar samar-samar soal Carrier IQ yang tertanam di dalam telepon seluler cerdas Android. Software ini pun belum menjadi topik pembicaraan di kalangan pengguna Operating Systems “si robot hijau” di Indonesia.

Menurut Agus, sebenarnya masalah memata-matai sudah menjadi isu lama. “Karena begitu kita menggunakan smartphone, otomatis aktivitas kita sudah dimata-matai,” katanya.

Pola pengintaian itu sendiri tak lain adalah sistem jaringan Internet. Dia mencontohkan, ketika membuka surat elektronik di akun Gmail, iklan yang muncul di sisi kanan akun tersebut menyesuaikan dengan apa yang sering kita cari.

Kegiatan intai-mengintai juga tak lepas dari kepentingan bisnis untuk mengetahui target pasar yang bakal dibidik. “Perusahaan pemasang iklan jadi tahu seperti apa karakteristik masyarakat,” katanya.

Tanpa perlu memasang Carrier IQ, kata Agus, sebenarnya pengguna ponsel sudah diintai lewat sistem operasi yang digunakan. Google mempunyai kepentingan untuk tahu seperti apa para pengguna sistem operasi Android, demikian pula dengan Apple lewat iOS, dan Research In Motion (RIM) dengan BlackBerry-nya. “Jadi, ini untuk kepentingan bisnis,” katanya.

Sementara itu, operator seluler di Indonesia tidak berkomentar seputar isu Carrier IQ yang sudah menyeret dua perusahaan telekomunikasi di Amerika Serikat ke pengadilan. “Saya belum ada komentar dulu,” kata Djarot Handoko, Division Head Public Relations Indosat.

Public Relations Manager PT XL Axiata (XL), Henry Wijayanto, juga belum dapat menanggapi. “Kami baru mendengarnya dan harus mengecek terlebih dulu,” katanya.

Yang jelas, kalangan operator berkomitmen dalam menjaga data pelanggan mereka, terkait dengan kerahasiaan dan keamanan untuk memberikan layanan terbaik sesuai dengan aturan.

“Kami tidak akan memberikan data percakapan, kecuali ada izin dari kepolisian atau penegak hukum,” kata Djarot.

Ahli teknologi informasi, Onno Widodo Purbo, sudah mengecek ada-tidaknya Carrier IQ di ponsel Android miliknya. “Ponsel Android Axioo Vigo saya aman-aman saja,” ujarnya.

Senior Regional Sales Director Motorola Mobility untuk wilayah Asia Selatan, Robert van Tilburg, mengatakan Motorola tidak membenamkan software Carrier IQ atau yang sejenisnya di dalam produk mereka. Menurut dia, software seperti itu umumnya terdapat pada ponsel yang dijual di wilayah Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Artinya, kawasan Asia bisa dikatakan masih relatif aman.

“Biasanya (software jenis ini) ditanamkan pada ponsel yang sudah di-bundling dengan layanan operator seluler tertentu,” katanya. (dikutip dari Tempo)

No comments: