Wednesday, June 1, 2016

Jangan Charge Smartphone dengan Laptop !

Baterai ponsel/ hp / smartphone kamu habis ?  cari stop kontak nggak ada... sementara laptop atau komputer berada di hadapan, sebagian pengguna tak akan pikir panjang untuk menancapkan kabel USB dan melakukan charging. Sekarang pikirkan lagi !! . Hal yang sederhana dan praktis tersebut ternyata bisa mengundang bahaya. Setidaknya itulah yang diungkapkan oleh firma keamanan Kaspersky Labs Rabu (1/6/2016).

Menurut Kaspersky dalam sebuah laporan terbaru, smartphone yang tertancap ke laptop atau komputer ternyata rentan diambil oleh hacker. Hal ini berlaku baik untuk ponsel pintar berbasis sistem operasi Android maupun iOS, Windows atau Mac (untuk laptop).



Ternyata Kaspersky menemukan bahwa smartphone/hp ternyata menyalurkan sejumlah besar informasi sangat penting dalam proses loading dengan laptop atau komputer, sebelum koneksi antar-dua perangkat bisa terjalin.

Informasi penting dimaksud mencakup keterangan-keterangan, seperti nama dan tipe perangkat, pabrikan, serial number, versi sistem informasi, firmware, file system, dan ID chip elektronik di dalamnya (hmm  bagaimana ini).

Keterangan penting inilah yang rentan dicuri oleh hacker melalui laptop atau komputer yang terhubung ke smartphone, untuk kemudian dipakai menyiapkan serangan cyber yang menyasar ponsel.

Apalagi untuk ponsel yang disambungkan ke perangkat komputer atau laptop asing di tempat publik. Eksperimen Kaspersky membuktikan bahwa PC manapun yang tersambung ke ponsel lewat kabel USB biasa mampu melakukan re-flash dan memasang root aplication, hanya dengan berbekal sejumlah AT-command khusus.

Kalau kamu pengguna biasa, Kamu bisa dilacak melalui ID perangkat. Ponsel kamu tiba-tiba bisa dimasuki program jahat, seperti adware atau ransomware begitu kata peneliti Kaspersky Labs, Alexey Komarov, mengenai potensi bahaya yang ditimbulkan dalam hal ini.



Risikonya lebih gawat lagi kalau pemilik smartphone merupakan tokoh penting, misalnya pemimpin di sebuah perusahaan. kamu bisa menjadi target serangan hacker profesional. Pelakunya pun tak harus punya skill tinggi karena semua informasi bisa ditemukan di internet demikian tambah Komarov. Apabila hacker sudah memperoleh keterangan-keterangan spesifik mengenai ponsel pengguna, serangan program jahat pun bisa disesuaikan lewat eksploit yang khusus dibuat untuk menyasar perangkat bersangkutan. Selain laptop atau komputer, perangakat charger palsu di tempat publik yang tampaknya tak berbahaya pun bisa dipakai untuk menanam malware di smartphone.

Jadi, hati-hatilah saat ingin mengisi baterai dengan charger atau komputer yang tidak dikenal.

No comments: